Jakarta - Pada ajang Electronic Entertainment Expo (E3), Nintendo memperkenalkan penerus Nintendo Wii. Wii U, demikian namanya, membawa sejumlah inovasi canggih yang belum pernah ada sebelumnya di ranah konsol game.
Pabrikan asal Jepang yang sudah malang melintang di dunia game ini menjejalkan berbagai terobosan di Wii U. Perangkat ini memiliki desain kontroler yang tampak sebagai perpaduan sebuah tablet PC layar sentuh serta konsol game konvensional.
Ya, kontroler Wii U memiliki layar sentuh dengan berbagai kegunaan. Ketika chanel televisi diganti misalnya, pengguna masih bisa memainkan game kesayangannya melalui layar mini Wii U. Selain itu, juga bisa dipakai untuk video call dan browsing internet.
Ingin tahu beberapa kebolehan Nintendo Wii U? Saksikan berbagai foto berikut yang mengabadikan Wii U kala sedang beraksi.
Inilah bentuk kontroler layar sentuh di Nintendo Wii U. Melalui layar sentuh ini, pengguna bisa melakukan berbagai macam fungsi.
Mesin game Wii U juga mengalami perubahan dibanding generasi terdahulu.
Pengguna dapat melakukan video call melalui kontroler layar sentuh di Wii U. Belum banyak informasi mengenai fungsi ini. Diprediksi video call hanya bisa dilakukan antar pengguna Wii U.
Pemakai Wii U juga dapat menggambar langsung di layar dengan memakai fasilitas stylus.
Wii U sepertinya akan kompatibel dengan aksesoris di Wii generasi pertama. Tampak dalam foto di atas kontroller Wii U menampilkan informasi dari game Wii Fit.
Beginilah salah satu cara bermain menggunakan kontroller layar sentuh Wii U dalam mengendalikan game di layar televisi. Tampak mengasyikkan bukan?
Jakarta - Hasil penelitian terbaru dari WHO mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.
Simak 8 kiat mengurangi radiasi tersebut yang dikutip detikINET dari eHow, Rabu (1/6/2011):
1. Gunakan Headset
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.
2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.
3. Speakerphone
Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.
4. Casing Penahan Radiasi
Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.
5. Sudut Ruangan
Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.
6. Jangan Selalu Menempel
Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.
7. Diam Kala Menelpon
Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.
8. Gunakan Dua Telinga
Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.
Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk melakukan studi lebih lanjut. Namun tidak salahnya juga kan kita melakukan suatu langkah antisipasi ketimbang mengambil risiko di masa depan.
Jakarta - Sejalan dengan rangkaian acara Indonesia International Communication Expo & Conference (ICC) 2011, digelar diskusi panel bertajuk 'Mobile Broadband for Indonesia's Socio Economic Developement'. Menkominfo Tifatul Sembiring tampil membuka acara tersebut.
ICC merupakan ekspansi dari pameran Indonesia Celullar Show (ICS) yang telah rutin digelar sejak tahun 2004. Tak seperti ICS sebelumnya, dalam ICC kali ini juga digelar diskusi panel.
"Kemenkominfo menyambut baik ICC 2011. Diharapkan acara ini memberi input signifikan atas kebijakan pemanfaatan teknologi di Indonesia ke depannya," ujar Tifatul Sembiring saat membuka acara tersebut, Rabu (8/7/2011) di Asembly Hall Jakarta Convention Center.
"Tahun 2012 adalah Indonesia tersambung, 2014 adalah Indonesia informatif, 2015 baru kita memasuki Indonesia broadband," lanjutnya.
Indonesia sendiri saat ini merupakan negara dengan pertumbuhan industri mobile yang cukup pesat. Dengan turunnya harga ponsel serta meningkatnya pengembang aplikasi, mobile broadband akan menjadi model yang dominan untuk pasar negara berkembang.
Dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia, pemanfaatan secara optimal mobile broadband menjadi hal yang penting. Dari segi ekonomi, mobile broadband disebutkan memiliki potensi untuk meningkatkan PDB Indonesia sebesar 1,57 persen di tahun 2015 nanti.
Diskusi ini dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Muhammad Budi Setiawan, Asisten Deputi Urusan informasi dan publik bisnis Kementrian Negara Koperasi dan UKM Adi Trisno Juwono, Ketua ATSI Sarwoto Atmosutarno, serta VP ICT Practice Asia Pacific Frost and Sullivan Jayesh Easwaramony.
"Pengembangan ICS menjadi ICC adalah langkah konkrit dari Asosiasi Telekomunikasi dan Selular Indonesia (ATSI) dan Dyandra Promosindo dalam menyambut era konvergensi menuju sebuah pameran yang lebih komperehensif," ujar Sarwono Atmosutarno, Ketua Umum ATSI saat memberi sambutan.
Ia melanjutkan ICC merupakan salah satu bentuk dukungan para provider telekomunikasi untuk mewujudkan Indonesia agar siap memasuki era broadband society dan economy nanti, dimana broadband menjadi salah satu penggerak roda perekonomian nasional.
Dengan tema 'Borderless Word of Communication', ICC ingin menjadi pameran Information and Computer Technology (ICT) komperehensif dan terintegerasi karena menghubungkan konsep pameran retail (B2C) dan pameran corporate (B2B).
Jakarta - Di saat wilayah bagian barat Indonesia menikmati berbagai macam layanan mutakhir berlandaskan pita lebar internet, wilayah timur Indonesia hanya bisa meringis mendengar ceritanya saja.
Ya, Indonesia bak terbelah dua. Memang bukan cerita baru, namun kesenjangan itu masih ada. Internet yang layak masih jadi barang langka untuk sebagian besar warga Indonesia, khususnya di bagian timur.
Entah mengapa, wilayah bagian timur terkesan kurang diprioritaskan dalam hal pembangunan infrastruktur jaringan. Contoh gampangnya jika dilihat dari semangat pembangunan megaproyek Palapa Ring.
Dari tujuh perusahaan telekomunikasi yang semula tergabung dalam konsorsium, sekarang hanya menyisakan Telkom sang BUMN yang 'terpaksa' jalan sendiri. Tak mudah untuk membangun di wilayah timur seorang diri.
Fakta menyedihkan ini sempat menggugah Basuki Yusuf Iskandar yang saat itu menjabat Dirjen Postel Kementerian Kominfo. Maka diusunglah rencana mulia dalam balutan program bertajuk ICT Fund. Program untuk menyeimbangkan industri teknologi komunikasi informasi ini digagas sejak tiga tahun yang lalu.
Namun apa daya, program penggalangan dana yang dihimpun dari kewajiban Universal Service Obligation (USO) tersebut mandek. Dana setoran 1,25% dari pendapatan kotor seluruh penyelenggara telekomunikasi yang jumlahnya bisa mencapai Rp 5 triliun dalam kurun tiga tahun terakhir itu belum juga bisa dieksekusi karena masih terhalang restu dari Kementerian Keuangan.
Padahal, dana dari ICT Fund tersebut telah berulang kali digembar-gemborkan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, bakal dialokasikan khusus untuk membantu pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur, khususnya Maluku dan Papua.
"Menteri Keuangan tidak menghambat, mungkin masih dievaluasi untuk tahap akhir," elak Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, setiap kali dikonfirmasi detikINET.
"Sembari menunggu persetujuan Menkeu, kami di internal mulai membuat RPM (Rancangan Peraturan Menkominfo) untuk ICT Fund. Jadi, 2011 ini akan jadi tahunnya legal konsolidasi framework-nya saja. Sehingga, baru di 2012 nanti ICT Fund paling cepat bisa jalan," lanjut Gatot.
Biasanya, RPM baru dibuat setelah ada arahan dan persetujuan dari menteri terkait. Sebab, RPM akan mengatur hal-hal teknis yang nanti akan diturunkan dalam bentuk Peraturan Dirjen. Dengan disegerakannya pembuatan RPM, Kominfo terkesan gregetan ingin buru-buru agar program ICT Fund ini jalan. Wajar saja, Indonesia dikejar target pencapaian dalam kesepakatan Millenium Development Goals (MDGs) untuk 2015 nanti.
Menurut Heru Sutadi, anggota komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, salah satu cara efektif dan solusi yang berkelanjutan menghadapi tantangan global terkait kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, persamaan gender, perubahan iklim, dan perubahan populasi dunia ke generasi muda, adalah mengedepankan apa yang disebut dengan ekonomi pita lebar (broadband economy).
Broadband Economy
Broadband economy belakangan menjadi isu hangat di dunia ICT. Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengembangan broadband di suatu negara dengan gross domestic product (GDP) nasional. Seperti dilakukan dalam penelitian terbaru oleh Arthur D Little (2010), yang menyimpulkan bahwa penambahan 10% pertumbuhan broadband akan berdampak pada pertumbuhan GDP sebesar 1%.
Begitu juga dengan penambahan 1000 pengguna broadband baru, akan menumbuhkan 80 pekerjaan baru. Angka ini menurut Heru memang di bawah estimasi internasional bahwa peningkatan 10% penetrasi broadband akan meningkatkan 1,3% GDP nasional. "Namun tetap ada temuan bahwa ada korelasi broadband dan GDP," kata Heru.
Korelasi itu untungnya disadari oleh Telkom. Selaku national flag carrier, Telkom jelas berkewajiban untuk memenuhi penyediaan akses broadband. Tak hanya melulu di bagian barat saja, namun juga merata ke seluruh negeri melalui program Telkom National Super Highway dan National Telkom True Broadband Access.
Langkah itu dipaparkan Direktur Telkom Rinaldi Firmansyah sebagai upaya untuk mendukung penuh Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, akhir Mei 2011 lalu.
"Telkom True Broadband Access kami harapkan membantu percepatan pengembangan Enam Koridor Ekonomi Nasional yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya membantu pembangunan pusat-pusat pertumbuhan di setiap koridor ekonomi," kata Rinaldi.
Hingga 2015, Telkom, kata dia, secara bertahap akan menggelar infrastruktur true broadband yang meliputi 497 kota/kabupaten dengan target mencapai 13 juta homepass dengan investasi sekitar Rp 21,198 triliun dari dana internal.
Jaringan akses berkecepatan 20 Mbps hingga 100 Mbps yang mulai dibangun 2011-2015 nanti itu akan menyusuri enam daerah koridor yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Koridor Ekonomi 1 Sumatera, Koridor Ekonomi 2 Jawa, Koridor Ekonomi 3 Kalimantan, Koridor Ekonomi 4 Sulawesi dan Maluku Utara, Koridor Ekonomi 5 Bali dan Nusa Tenggara, serta Koridor Ekonomi 6 Papua dan Maluku.
Menurut Eddy Kurnia, head of Corporate Communication & Affair Telkom, penggelaran infrastruktur tersebut sangat tepat, yaitu sesuai dengan lifestyle yang berkembang serta untuk meningkatkan daya saing wilayah-wilayah yang selama ini kurang berkembang karena hambatan infrastruktur telekomunikasi.
"Nantinya, pemanfaatan infrastruktur true broadband access ini, antara lain untuk pembangunan National e-Health Ecosystem sebagai media transaksi berbasis ICT bagi para pelaku kesehatan di mana pun berada, baik untuk pemerintah, masyarakat, rumah sakit, farmasi dan lainnya. True broadband access ini juga upaya kami untuk menumbuhkan broadband economy, khususnya usaha kecil menengah," tandas Eddy.
Jakarta - Bagi wanita ini, pertemanan di dunia maya sangat berarti. Buktinya, dia rela melakukan tato di hampir seluruh bagian lengannya dengan gambar foto profil 152 teman Facebooknya.
Seperti dikutip detikINET dari PCMag, Rabu (8/6/2011), wanita asal Belanda ini merekam video kala dirinya sedang ditato. Kemudian ia mempostingnya di situs berbagi video YouTube agar bisa disaksikan khayalak di link ini.
"Aku ingin menunjukkan pada kalian semua tato sosial ini. Cukup mengagumkan bukan? Aku sangat bangga dengannya, kuharap kalian juga suka," tukas wanita yang tidak teridentifikasi namanya ini.
Tato tersebut dibuat di Rotterdam oleh seorang seniman tato setempat bernama Dehvyathe Xaviera Moelker. Aksi sang wanita pun mendapat beragam tanggapan di YouTube.
"Ya, memang terlihat keren, namun hubungan pertemanan tak berlangsung selamanya, khususnya di Facebook," tulis seorang pengakses YouTube.
"Bagaimana jika ada teman yang menghapusmu (dari Facebook)? Apakah kamu kemudian akan menghitamkan gambar mereka di lenganmu?," tanya user yang lain.
Entah apakah aksi sang wanita murni inisiatif sendiri. Beberapa pihak menilai aksinya adalah bentuk promosi perusahaan pembuat tato. Dan jika dilihat dari videonya, tato tersebut agaknya tidak permanen.
Jakarta - Dalam ajang International Communication Expo & Conference (ICC) 2011, Nexian mengusung jajaran Android terbaru mereka. Salah satu produk yang menyita perhatian adalah Nexian Genius - NX A7500, yang mirip dengan Samsung Galaxy Tab.
Saat dijajal detikINET, Rabu (8/7/2011) tablet ini dilengkapi konektivitas 3G maupun WiFi. Dari sisi sistem operasi, Genius sudah menggunakan Android 2.2 Froyo.
Urusan kecepatan, Nexian membenamkan prosesor berkekuatan 600 MHz dari Qualcom. Perangkat tablet PC ini juga sudah dilengkapi kamera 2 megapixel, Bluetooth, GPS/AGPS, serta slot Micro SD. Pembeli akan mendapatkan gratis 8 GB micro SD card.
Mendukung konten lokal, Tablet Nexian Genius pun dipaket dengan aplikasi preload lokal karya anak negeri. Beberapa di antaranya adalah portal berita detik.com, kompas, bisnis indonesia, dan kapanlagi.
Pengguna yang berminat dapat memboyong tablet berukuran 7 inch berlayar kapasitif ini dengan harga Rp 2,9 juta. Pengunjung yang melakukan pembelian di hari pameran dengan kartu kredit mendapat harga promo menjadi Rp 2,4 juta.
Jakarta - Research In Motion (RIM) mulai serius memperkuat ranah game untuk menambah daya tarik perangkatnya. Pembesut BlackBerry ini membeli Scoreloop, perusahaan asal Jerman yang membuat toolkit untuk menambah fitur social pada mobile game.
"Kami bekerja dengan tim di Scoreloop untuk menyediakan tool yang memungkinkan komunitas developer kami menggiring game ke tingkatan baru integrasi sosial pada platform BlackBerry," demikian pernyataan RIM.
Chief Executive Scoreloop Marc Gumpinger membenarkan pernyataan RIM dan mengatakan bahwa perusahaan yang berkantor pusat di Waterloo, Ontario, Kanada itu berambisi membangun platform terbaik untuk mobile game.
"Itu sebabnya, kami menggabungkan kekuatan untuk mewujudkannya," kata Gumpinger seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Rabu (8/6/2011).
Scoreloop yang didirikan pada 2008, menyediakan software dan toolkit bagi para developer untuk menambahkan elemen sosial di game mobile. Perusahaan yang berpusat di Munich, Jerman ini juga mempunyai cara untuk menghasilkan pendapatan dari pembelian aplikasi dan mata uang virtual. Scoreloop juga mengerjakan toolkit untuk berbagai platform, termasuk iOS, Android dan Windows Phone 7.