Rabu, 08 Juni 2011

Saatnya Indonesia Masuki Era Broadband Society & Economy


Suasana Acara (fw/inet)
Jakarta - Sejalan dengan rangkaian acara Indonesia International Communication Expo & Conference (ICC) 2011, digelar diskusi panel bertajuk 'Mobile Broadband for Indonesia's Socio Economic Developement'. Menkominfo Tifatul Sembiring tampil membuka acara tersebut.

ICC merupakan ekspansi dari pameran Indonesia Celullar Show (ICS) yang telah rutin digelar sejak tahun 2004. Tak seperti ICS sebelumnya, dalam ICC kali ini juga digelar diskusi panel.

"Kemenkominfo menyambut baik ICC 2011. Diharapkan acara ini memberi input signifikan atas kebijakan pemanfaatan teknologi di Indonesia ke depannya," ujar Tifatul Sembiring saat membuka acara tersebut, Rabu (8/7/2011) di Asembly Hall Jakarta Convention Center.

"Tahun 2012 adalah Indonesia tersambung, 2014 adalah Indonesia informatif, 2015 baru kita memasuki Indonesia broadband," lanjutnya.

Indonesia sendiri saat ini merupakan negara dengan pertumbuhan industri mobile yang cukup pesat. Dengan turunnya harga ponsel serta meningkatnya pengembang aplikasi, mobile broadband akan menjadi model yang dominan untuk pasar negara berkembang.

Dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia, pemanfaatan secara optimal mobile broadband menjadi hal yang penting. Dari segi ekonomi, mobile broadband disebutkan memiliki potensi untuk meningkatkan PDB Indonesia sebesar 1,57 persen di tahun 2015 nanti.

Diskusi ini dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Muhammad Budi Setiawan, Asisten Deputi Urusan informasi dan publik bisnis Kementrian Negara Koperasi dan UKM Adi Trisno Juwono, Ketua ATSI Sarwoto Atmosutarno, serta VP ICT Practice Asia Pacific Frost and Sullivan Jayesh Easwaramony.

"Pengembangan ICS menjadi ICC adalah langkah konkrit dari Asosiasi Telekomunikasi dan Selular Indonesia (ATSI) dan Dyandra Promosindo dalam menyambut era konvergensi menuju sebuah pameran yang lebih komperehensif," ujar Sarwono Atmosutarno, Ketua Umum ATSI saat memberi sambutan.

Ia melanjutkan ICC merupakan salah satu bentuk dukungan para provider telekomunikasi untuk mewujudkan Indonesia agar siap memasuki era broadband society dan economy nanti, dimana broadband menjadi salah satu penggerak roda perekonomian nasional.

Dengan tema 'Borderless Word of Communication', ICC ingin menjadi pameran Information and Computer Technology (ICT) komperehensif dan terintegerasi karena menghubungkan konsep pameran retail (B2C) dan pameran corporate (B2B).

Kesenjangan Internet di Negeri Sendiri


Jakarta - Di saat wilayah bagian barat Indonesia menikmati berbagai macam layanan mutakhir berlandaskan pita lebar internet, wilayah timur Indonesia hanya bisa meringis mendengar ceritanya saja.

Ya, Indonesia bak terbelah dua. Memang bukan cerita baru, namun kesenjangan itu masih ada. Internet yang layak masih jadi barang langka untuk sebagian besar warga Indonesia, khususnya di bagian timur.

Entah mengapa, wilayah bagian timur terkesan kurang diprioritaskan dalam hal pembangunan infrastruktur jaringan. Contoh gampangnya jika dilihat dari semangat pembangunan megaproyek Palapa Ring.

Dari tujuh perusahaan telekomunikasi yang semula tergabung dalam konsorsium, sekarang hanya menyisakan Telkom sang BUMN yang 'terpaksa' jalan sendiri. Tak mudah untuk membangun di wilayah timur seorang diri.

Fakta menyedihkan ini sempat menggugah Basuki Yusuf Iskandar yang saat itu menjabat Dirjen Postel Kementerian Kominfo. Maka diusunglah rencana mulia dalam balutan program bertajuk ICT Fund. Program untuk menyeimbangkan industri teknologi komunikasi informasi ini digagas sejak tiga tahun yang lalu.

Namun apa daya, program penggalangan dana yang dihimpun dari kewajiban Universal Service Obligation (USO) tersebut mandek. Dana setoran 1,25% dari pendapatan kotor seluruh penyelenggara telekomunikasi yang jumlahnya bisa mencapai Rp 5 triliun dalam kurun tiga tahun terakhir itu belum juga bisa dieksekusi karena masih terhalang restu dari Kementerian Keuangan.

Padahal, dana dari ICT Fund tersebut telah berulang kali digembar-gemborkan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, bakal dialokasikan khusus untuk membantu pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur, khususnya Maluku dan Papua.

"Menteri Keuangan tidak menghambat, mungkin masih dievaluasi untuk tahap akhir," elak Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, setiap kali dikonfirmasi detikINET.

"Sembari menunggu persetujuan Menkeu, kami di internal mulai membuat RPM (Rancangan Peraturan Menkominfo) untuk ICT Fund. Jadi, 2011 ini akan jadi tahunnya legal konsolidasi framework-nya saja. Sehingga, baru di 2012 nanti ICT Fund paling cepat bisa jalan," lanjut Gatot.

Biasanya, RPM baru dibuat setelah ada arahan dan persetujuan dari menteri terkait. Sebab, RPM akan mengatur hal-hal teknis yang nanti akan diturunkan dalam bentuk Peraturan Dirjen. Dengan disegerakannya pembuatan RPM, Kominfo terkesan gregetan ingin buru-buru agar program ICT Fund ini jalan. Wajar saja, Indonesia dikejar target pencapaian dalam kesepakatan Millenium Development Goals (MDGs) untuk 2015 nanti.

Menurut Heru Sutadi, anggota komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, salah satu cara efektif dan solusi yang berkelanjutan menghadapi tantangan global terkait kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, persamaan gender, perubahan iklim, dan perubahan populasi dunia ke generasi muda, adalah mengedepankan apa yang disebut dengan ekonomi pita lebar (broadband economy).

Broadband Economy

Broadband economy belakangan menjadi isu hangat di dunia ICT. Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengembangan broadband di suatu negara dengan gross domestic product (GDP) nasional. Seperti dilakukan dalam penelitian terbaru oleh Arthur D Little (2010), yang menyimpulkan bahwa penambahan 10% pertumbuhan broadband akan berdampak pada pertumbuhan GDP sebesar 1%.

Begitu juga dengan penambahan 1000 pengguna broadband baru, akan menumbuhkan 80 pekerjaan baru. Angka ini menurut Heru memang di bawah estimasi internasional bahwa peningkatan 10% penetrasi broadband akan meningkatkan 1,3% GDP nasional. "Namun tetap ada temuan bahwa ada korelasi broadband dan GDP," kata Heru.

Korelasi itu untungnya disadari oleh Telkom. Selaku national flag carrier, Telkom jelas berkewajiban untuk memenuhi penyediaan akses broadband. Tak hanya melulu di bagian barat saja, namun juga merata ke seluruh negeri melalui program Telkom National Super Highway dan National Telkom True Broadband Access.

Langkah itu dipaparkan Direktur Telkom Rinaldi Firmansyah sebagai upaya untuk mendukung penuh Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, akhir Mei 2011 lalu.

"Telkom True Broadband Access kami harapkan membantu percepatan pengembangan Enam Koridor Ekonomi Nasional yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya membantu pembangunan pusat-pusat pertumbuhan di setiap koridor ekonomi," kata Rinaldi.

Hingga 2015, Telkom, kata dia, secara bertahap akan menggelar infrastruktur true broadband yang meliputi 497 kota/kabupaten dengan target mencapai 13 juta homepass dengan investasi sekitar Rp 21,198 triliun dari dana internal.

Jaringan akses berkecepatan 20 Mbps hingga 100 Mbps yang mulai dibangun 2011-2015 nanti itu akan menyusuri enam daerah koridor yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Koridor Ekonomi 1 Sumatera, Koridor Ekonomi 2 Jawa, Koridor Ekonomi 3 Kalimantan, Koridor Ekonomi 4 Sulawesi dan Maluku Utara, Koridor Ekonomi 5 Bali dan Nusa Tenggara, serta Koridor Ekonomi 6 Papua dan Maluku.

Menurut Eddy Kurnia, head of Corporate Communication & Affair Telkom, penggelaran infrastruktur tersebut sangat tepat, yaitu sesuai dengan lifestyle yang berkembang serta untuk meningkatkan daya saing wilayah-wilayah yang selama ini kurang berkembang karena hambatan infrastruktur telekomunikasi.

"Nantinya, pemanfaatan infrastruktur true broadband access ini, antara lain untuk pembangunan National e-Health Ecosystem sebagai media transaksi berbasis ICT bagi para pelaku kesehatan di mana pun berada, baik untuk pemerintah, masyarakat, rumah sakit, farmasi dan lainnya. True broadband access ini juga upaya kami untuk menumbuhkan broadband economy, khususnya usaha kecil menengah," tandas Eddy.

uuuuwwoooW, Seorang Wanita Tato 152 Teman Facebook di Tubuhnya


Tattoo teman Facebook (ninemsn)
<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=ad79472d' border='0' alt='' /></a>
Jakarta - Bagi wanita ini, pertemanan di dunia maya sangat berarti. Buktinya, dia rela melakukan tato di hampir seluruh bagian lengannya dengan gambar foto profil 152 teman Facebooknya.

Seperti dikutip detikINET dari PCMag, Rabu (8/6/2011), wanita asal Belanda ini merekam video kala dirinya sedang ditato. Kemudian ia mempostingnya di situs berbagi video YouTube agar bisa disaksikan khayalak di link ini.

"Aku ingin menunjukkan pada kalian semua tato sosial ini. Cukup mengagumkan bukan? Aku sangat bangga dengannya, kuharap kalian juga suka," tukas wanita yang tidak teridentifikasi namanya ini.

Tato tersebut dibuat di Rotterdam oleh seorang seniman tato setempat bernama Dehvyathe Xaviera Moelker. Aksi sang wanita pun mendapat beragam tanggapan di YouTube.

"Ya, memang terlihat keren, namun hubungan pertemanan tak berlangsung selamanya, khususnya di Facebook," tulis seorang pengakses YouTube.

"Bagaimana jika ada teman yang menghapusmu (dari Facebook)? Apakah kamu kemudian akan menghitamkan gambar mereka di lenganmu?," tanya user yang lain.

Entah apakah aksi sang wanita murni inisiatif sendiri. Beberapa pihak menilai aksinya adalah bentuk promosi perusahaan pembuat tato. Dan jika dilihat dari videonya, tato tersebut agaknya tidak permanen.

Nexian Usung Tablet Mirip Galaxy Tab

Jakarta - Dalam ajang International Communication Expo & Conference (ICC) 2011, Nexian mengusung jajaran Android terbaru mereka. Salah satu produk yang menyita perhatian adalah Nexian Genius - NX A7500, yang mirip dengan Samsung Galaxy Tab.

Saat dijajal detikINET, Rabu (8/7/2011) tablet ini dilengkapi konektivitas 3G maupun WiFi. Dari sisi sistem operasi, Genius sudah menggunakan Android 2.2 Froyo.

Urusan kecepatan, Nexian membenamkan prosesor berkekuatan 600 MHz dari Qualcom. Perangkat tablet PC ini juga sudah dilengkapi kamera 2 megapixel, Bluetooth, GPS/AGPS, serta slot Micro SD. Pembeli akan mendapatkan gratis 8 GB micro SD card.

Mendukung konten lokal, Tablet Nexian Genius pun dipaket dengan aplikasi preload lokal karya anak negeri. Beberapa di antaranya adalah portal berita detik.com, kompas, bisnis indonesia, dan kapanlagi.

Pengguna yang berminat dapat memboyong tablet berukuran 7 inch berlayar kapasitif ini dengan harga Rp 2,9 juta. Pengunjung yang melakukan pembelian di hari pameran dengan kartu kredit mendapat harga promo menjadi Rp 2,4 juta.

Perkuat Mobile Gaming, RIM Beli Developer Game


Jakarta - Research In Motion (RIM) mulai serius memperkuat ranah game untuk menambah daya tarik perangkatnya. Pembesut BlackBerry ini membeli Scoreloop, perusahaan asal Jerman yang membuat toolkit untuk menambah fitur social pada mobile game.

"Kami bekerja dengan tim di Scoreloop untuk menyediakan tool yang memungkinkan komunitas developer kami menggiring game ke tingkatan baru integrasi sosial pada platform BlackBerry," demikian pernyataan RIM.

Chief Executive Scoreloop Marc Gumpinger membenarkan pernyataan RIM dan mengatakan bahwa perusahaan yang berkantor pusat di Waterloo, Ontario, Kanada itu berambisi membangun platform terbaik untuk mobile game.

"Itu sebabnya, kami menggabungkan kekuatan untuk mewujudkannya," kata Gumpinger seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Rabu (8/6/2011).

Scoreloop yang didirikan pada 2008, menyediakan software dan toolkit bagi para developer untuk menambahkan elemen sosial di game mobile. Perusahaan yang berpusat di Munich, Jerman ini juga mempunyai cara untuk menghasilkan pendapatan dari pembelian aplikasi dan mata uang virtual. Scoreloop juga mengerjakan toolkit untuk berbagai platform, termasuk iOS, Android dan Windows Phone 7.

HP TouchPad, Menjanjikan Tapi Diliputi Ketidakpastian


HP TouchPad (arp/inet)
<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=ad79472d' border='0' alt='' /></a>
Las Vegas - Meski lebih fokus ke bisnis enterprise, event Hewlett-Packard Discover 2011 juga memperlihatkan produk konsumernya yakni HP TouchPad. Gadget ini terlihat menjanjikan, namun sayang diliputi ketidakpastian.

Ada empat buah TouchPad yang dipajang dan dijadikan alat demonstrasi di HP Discover yang berlangsung di Hotel Venetian, Las Vegas, Amerika Serikat.

Pada Selasa (7/6/2011) sore waktu setempat, detikINET menyaksikan demo TouchPad yang diperagakan oleh salah satu frontliner yang bernama Jason Santillano. Ia pertama menjelaskan mengenai spesifikasi TouchPad yakni prosesor Snapdragon dual core, layar 9,7 inch dan dua buah kamera depan-belakang.

Sekilas, tablet yang berbalut warna hitam tersebut terlihat sangat elegan. Saat memunculkan keyboard virtual, pengguna dapat mengubah ukuran keyboard tersebut untuk menyesuaikan dengan ukuran jari tangannya.

Salah satu fitur paling menarik dari TouchPad adalah adanya kemampuan untuk berbagi data dengan sesama perangkat HP cukup dengan menyentuhkan keduanya. Fitur ini disebut sebagai touch to share.

Dengan fitur ini, pengguna bisa mentransfer file atau mengirimkan halaman web yang tengah dibuka. Yang diperlihatkan adalah proses mentransfer sebuah halaman web dari TouchPad ke ponsel Pre3.

Selain itu, TouchPad dapat disambungkan dengan printer HP apapun lewat WiFi untuk melakukan pencetakan. TouchPad juga bisa dipakai untuk menerima telepon asalkan ia sedang terkoneksi dengan ponsel HP.

"Untuk menerima telepon, tidak harus memakai TouchPad yang 3G/4G, yang WiFi pun bisa. Asalkan sudah terhubung dengan ponsel HP," terang Santillano kepada detikINET.

Fitur andalan TouchPad lainnya adalah pada galeri fotonya yang tidak cuma menampilkan foto yang tersimpan di dalam memorinya, tetapi juga foto yang terdapat di galeri di akun Facebook yang sudah dikoneksi ke dalam gadget ini.

Kemarin, CEO HP Leo Apotheker mengklaim bahwa sistem operasi WebOS yang ada di dalam TouchPad adalah sistem operasi yang dioptimisasi untuk pengalaman menjelajahi web.

Selain konektivitas dengan Facebook, tablet yang nantinya akan tersedia dalam versi 3G/4G dan WiFi ini juga bisa menghubungkan kontak yang ada dengan akun media sosial yang dimiikinya. TouchPad juga dapat mensinkronkan kalender dari Facebook, Gmail atau Microsoft Exchange.

Dengan fitur yang cukup mumpuni tersebut, TouchPad terlihat menjanjikan untuk bersaing dengan tablet-tablet sekelas. Hanya saja, publik tampaknya masih harus bersabar menantinya di pasar karena belum ada tanggal definitif peluncuran dan skema harganya.

Sebelum ini, Apotheker hanya menyebut 'will be available soon'. Jawaban yang sama muncul dari Steve Dietch, VP Worldwide Marketing for HP ProCurve Networking, saat ditanya oleh sejumah wartawan dari Asia Tenggara dan India.

Sony & Toshiba 'Kawinkan' Unit Bisnis LCD



Jakarta - Dua raksasa elektronik asal Jepang, Sony dan Toshiba, berencana menggabungkan unit bisnis LCD mereka. Spekulasi pun bermunculan, duet keduanya akan memperkuat produksi LCD untuk produk populer seperti iPhone dan iPad Apple.

Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip detikINET, Rabu (8/6/2011), keduanya akan menjual saham mereka ke pemerintah Jepang senilai USD 1,2 miliar. Diperkirakan, unit bisnis LCD gabungan ini bisa mengungguli Sharp sebagai pembuat panel LCD terbesar dari Jepang.

Usut punya usut, rupanya pemerintah Negeri Sakura tengah berupaya melindungi kepemimpinannya dalam produksi LCD untuk smartphones dan tablet. Gabungan unit bisnis LCD Sony dan Toshiba ini nantinya sebagian besar akan dimiliki oleh pemerintah.

Narasumber internal yang mengungkapkan informasi ini menyebutkan, Sony dan Toshiba saat ini tengah intens mendiskusikan upaya penyatuan unit LCD mereka.

Penggabungan ini tampaknya akan disambut dengan baik. Innovation Network Corporation of Japan (INCJ), perusahaan pendanaan yang berafiliasi dengan pemerintah, telah mengajukan keinginan berinvestasi jika Sony dan Toshiba setuju mengintegrasikan operasional bisnis LCD mereka.